Minggu, 12 April 2026, WIB
Breaking News

Sabtu, 11 Apr 2026, 16:41:24 WIB, 14 View Wisnu Ramadan, Kategori : Lingkungan

ruangargumen.com |SUBANG – Investigasi lapangan mengungkap fakta baru yang semakin mengkhawatirkan terkait dugaan pembuangan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) ke TPA Jalupang (11/04). Temuan di lokasi menunjukkan adanya material FABA (Fly Ash and Bottom Ash), gulungan potongan kawat, hingga tumpukan sarung tangan bekas yang diduga berasal dari aktivitas industri.

​Di tengah temuan yang mengarah pada pelanggaran serius ini, Pihak Manajemen Kawasan Industri Comarindo selaku sumber asal limbah masih bungkam seribu bahasa dan menghindari upaya klarifikasi.

Kawasan Industri Tanpa Pengelolaan Sampah ? 
​Munculnya limbah-limbah spesifik industri seperti FABA dan alat pelindung diri (APD) bekas di tempat pembuangan akhir domestik memicu dugaan kuat bahwa tidak ada sistem pengelolaan sampah yang mumpuni di dalam kawasan industri tersebut.

​Seharusnya, limbah B3 dikelola melalui alur yang sangat ketat dan tidak tercampur dengan sampah umum. Namun, fakta di lapangan menunjukkan adanya kegagalan sistem pengawasan. Redaksi terus berupaya mengejar jawaban: Bagaimana mungkin limbah industri bisa lolos dan diserahkan kepada pihak ketiga tanpa pengawasan ketat sesuai aturan regulasi B3?

Potensi Ancaman Lingkungan yang Nyata
​Keberadaan FABA dan limbah kawat di area terbuka TPA Jalupang bukan sekadar masalah estetika, melainkan ancaman lingkungan yang sistemik:

  • FABA: Debu pembakaran yang mengandung logam berat ini berisiko mencemari udara dan air tanah jika tidak dikelola dalam wadah khusus.
  • Sarung Tangan & Limbah Padat: Potensi kontaminasi silang zat kimia yang menempel pada alat pelindung diri bekas yang dibuang sembarangan.

Redaksi Mengawal Tuntas
​Redaksi ruangargumen.com akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Kami menuntut transparansi dari Manajemen Kawasan Industri Comarindo dan mendesak dinas terkait untuk segera melakukan audit lingkungan.
​Publik berhak tahu siapa yang harus bertanggung jawab atas potensi kerusakan lingkungan di TPA Jalupang. Kami tidak akan berhenti hingga ada tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang mencoba "main mata" dengan keselamatan ekosistem.

Sumber: Ruang Argumen

Magister Hukum Kesehatan UNINUS MMRS Universitas Gajayana RPL MKM Universitas MH Thamrin MMRS Universitas Sangga Buana ARS University



MAMAN YUDIA TUTUP USIA :SALAH SATU TRIO BEM POLITIK SUBANG
Sabtu, 11 Apr 2026, 18:37:14 WIB, Dibaca : 51 Kali
Skandal Limbah B3 di TPA Jalupang: Manajemen Kawasan Comarindo Bungkam
Sabtu, 11 Apr 2026, 16:41:24 WIB, Dibaca : 14 Kali
SKANDAL TEMUAN LIMBAH B3 COMARINDO
Jumat, 10 Apr 2026, 15:47:47 WIB, Dibaca : 33 Kali



Tuliskan Komentar