
ruangargumen.com | Subang, Minggu 17 Mei 2026, Berkegiatan di alam bebas kini tak lagi menjadi dominasi kelompok eksklusif. Siapa saja kini bisa menikmati aktivitas luar ruang, mulai dari mendaki gunung hingga berkemah di hutan. Sayangnya, tren massal ini turut membawa konsekuensi serius jika tidak dibarengi dengan pemahaman yang tepat.
Gigin Fajar Sujalaga, menyoroti fenomena pergeseran aktivitas luar ruang (outdoor activities) ini. Menurutnya, kemudahan akses informasi, transportasi, dan modernisasi peralatan sering kali menciptakan "ilusi keamanan" bagi para pelaku petualangan, terutama mereka yang masih pemula.
"Banyak pemula mengira bahwa bermodalkan fisik yang kuat dan mental yang nekat sudah cukup untuk menjelajah alam. Faktanya tidak demikian," tegas Gigin.
Tanpa didasari oleh pengetahuan Teknik Hidup di Alam Terbuka (Jungle Craft/Bushcraft) serta manajemen risiko yang matang, massifikasi kegiatan ini berbanding lurus dengan meningkatnya angka kecelakaan fatal di alam liar.
Manajemen Risiko sebagai Perisai Utama
Gigin menekankan bahwa alam tidak pernah bisa ditebak. Oleh karena itu, manajemen risiko menjadi unsur yang tidak bisa ditawar dalam setiap kegiatan petualangan.
Secara definisi, manajemen risiko di alam bebas adalah sebuah proses sistematis untuk mengidentifikasi, menilai, dan memitigasi (mengurangi) potensi bahaya demi menjamin keselamatan tim selama beraktivitas. Langkah ini berfungsi sebagai perisai utama agar sebuah petualangan yang menyenangkan tidak berubah menjadi sebuah tragedi.
Mengenal Dua Sumber Bahaya di Alam Bebas
Untuk dapat menerapkan manajemen risiko yang baik, setiap pegiat alam bebas wajib mengenali sumber ancaman. Dalam dunia kepencintaalaman, sumber bahaya dibagi menjadi dua kategori besar. Keselamatan sebuah tim sangat bergantung pada kemampuan mereka membedakan dan mengantisipasi kedua ancaman berikut.
Bagi siapa pun yang hendak merencanakan kegiatan di luar ruang, persiapan fisik dan mental memang penting, namun literasi keselamatan dan manajemen risiko adalah kunci utamanya. Alam akan selalu menjadi tempat yang indah untuk dijelajahi selama kita datang dengan persiapan dan penghormatan yang layak terhadap potensinya.
Sumber: Ruang ArgumenMagister Hukum Kesehatan UNINUS MMRS Universitas Gajayana RPL MKM Universitas MH Thamrin MMRS Universitas Sangga Buana ARS University
Bayu Satya Prawira Anggota DPRD Jabar Gelar Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan 2026 di SumedangSenin, 18 Mei 2026, 10:46:13 WIB, Dibaca : 3 Kali |
Bayu Satya Prawira Turut Hadiri Seleksi Tim U-17 Soekarno Cup di Stadion Jalak HarupatMinggu, 17 Mei 2026, 18:30:50 WIB, Dibaca : 13 Kali |
Gigin Tekankan Pentingnya Manajemen Risiko agar Petualangan di Alam Liar Tak Berujung TragediMinggu, 17 Mei 2026, 18:05:09 WIB, Dibaca : 41 Kali |