Senin, 13 April 2026, WIB
Breaking News

Minggu, 12 Apr 2026, 13:02:48 WIB, 20 View Ensu, Kategori : Politik

ruangargumen.com | SUBANG — Kepergian tokoh politik senior sekaligus mantan Bupati Subang, Maman Yudia, menyisakan duka yang mendalam bagi masyarakat dan kolega sejawat. Ratusan pelayat dari berbagai kalangan tampak memadati prosesi pemakaman almarhum untuk memberikan penghormatan terakhir (12/04). Di antara jajaran pelayat yang hadir, tampak tokoh masyarakat Bayu Satya Prawira Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono.

Maman Yudia yang juga dikenal luas sebagai mantan Ketua DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kabupaten Subang, mengembuskan napas terakhirnya dan dimakamkan diiringi isak tangis serta doa dari keluarga, kerabat, dan simpatisan.

Bayu hadir mengenakan pakaian bernuansa gelap dan langsung menemui pihak keluarga untuk menyampaikan ucapan belasungkawa yang mendalam. Kehadiran Bayu merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi dan rekam jejak panjang almarhum dalam memajukan Kabupaten Subang.

"Kita kehilangan sosok putra daerah dan pemimpin yang telah banyak berkontribusi bagi Subang. Dedikasi almarhum selama menjabat, baik di pemerintahan maupun di partai, patut kita kenang dan teladani," ujar Bayu saat ditemui usai prosesi pemakaman.

Selain Bayu, kehadiran tokoh politik Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono, nampak hadir di tengah kerumunan pelayat. Kehadiran Ono Surono menegaskan kuatnya ikatan solidaritas partai dan besarnya pengaruh sosok Maman Yudia di internal PDI Perjuangan Jawa Barat. Ono tampak khusyuk mengikuti seluruh rangkaian prosesi pemakaman dan mendoakan almarhum.

Semasa hidupnya, Maman Yudia dikenal sebagai politisi ulung dan pemimpin daerah yang memiliki kedekatan khusus dengan masyarakat bawah (wong cilik). Perannya dalam menahkodai pemerintahan Kabupaten Subang dan membesarkan partai berlambang banteng moncong putih di wilayah tersebut menjadikannya salah satu tokoh sentral dalam sejarah politik Subang.

Prosesi pemakaman berjalan lancar dan penuh khidmat hingga almarhum dikebumikan. Kepergian Maman Yudia tidak hanya menjadi kehilangan bagi keluarga besar PDI Perjuangan, tetapi juga bagi seluruh elemen masyarakat Kabupaten Subang yang pernah merasakan sentuhan kepemimpinannya.

Sumber: Ruang Argumen

Magister Hukum Kesehatan UNINUS MMRS Universitas Gajayana RPL MKM Universitas MH Thamrin MMRS Universitas Sangga Buana ARS University



YLNI KONSISTEN PULIHKAN EKOSISTEM PESISIR UTARA SUBANG
Minggu, 12 Apr 2026, 17:16:33 WIB, Dibaca : 59 Kali
Bayu Satya Prawira dan Ono Surono Turut Beri Penghormatan Terakhir untuk Almarhun Maman Yudia
Minggu, 12 Apr 2026, 13:02:48 WIB, Dibaca : 20 Kali
MAMAN YUDIA TUTUP USIA :SALAH SATU TRIO BEM POLITIK SUBANG
Sabtu, 11 Apr 2026, 18:37:14 WIB, Dibaca : 63 Kali



Tuliskan Komentar